🌚 Makna Kata Cermin Pada Baris Pertama Puisi Tersebut Adalah

Dalampuisi yang berjudul "Doa" Karya Chairil Anwar, makna kata yang digunakan yaitu makna kata denotatif seperti kata "Kau" yang merujuk pada objek yang dibahas dalam puisi yaitu Tuhan. Hal ini dapat dibuktikan dalam kutipan bait berikut. Kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh. Kata "Kau" dalam baris pertama merujuk pada Tuhan. Larik Mengingat Kau penuh seluruh memiliki makna bahwa dia selalu mengingat Tuhan di Sastra merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari sebuah kehidupan dimana di dalamnya terdapat kata-kata yang indah. Dalam bidang ilmu sastra ada tiga karya yang dihasilkan, yaitu prosa, drama, dan puisi. Puisi merupakan salah satu karya sastra yang memiliki tingkat kesulitas paling tinggi dibandingkan dengan hasil karya sastra yang lainnya. Karena di dalam puisi, seorang penyair dalam menyampaikan sebuah kisah atau kejadian yang sangat panjang dalam satu kata saja. Biasanya di dalam puisi dalam menyampaikan suatu amanat, makna, ideologi ataupun pendapat sang penyair menyampaikannya melalui kode tertentu. Dalam makalah ini akan membahas mengenai puisi Cermin, 1 dan Cermin,2 karya Sapardi Djoko Damono. Pada awalnya, saya tertarik dengan puisi Cermin, 1 karena puisi yang mengangkat sebuah judul cermin sangat menarik perhatian saya. Apalagi satelah diselidiki setelah puisi Cermin, 1 ini ada puisi yang dihasilkan oleh Sapardi Djoko Damono yaitu puisi Cermin,2 yang menimbulkan dugaan bahwa puisi tersebut masih berhubungan atau bersambung. Pada awalnya, Cermin, 1 menimbulkan sebuah prasangka bahwa angka satu yang dipakai sebagai judul dalam Cermin, 1 merupakan simbol yang menyampaikan sesuatu dalam puisi tersebut. Setelah diketahui ternyata ada puisi yang berjudul Cermin,2 yang di duga lanjutan dari puisi Cermin, 1. Dengan kenyataan ini, saya lebih tertarik untuk menelaah puisi tersebut untuk mengetaui apakah sebenarnya puisi Cermin, 1 dan Cermin,2 merupakan puisi yang berkelanjutan atau bahkan tidak sama sekali. Selain itu, judul kumpulan sajak yang digunakan oleh Sapardi Djoko Damono Perahu Kertas yang dicantumkan sebagai keterangan dalam puisi Cermin, 1 dan Cermin,2 merupakan daya tarik tersendiri untuk mengkaji Puisi ini. Karena kita ketahui bersama, Perahu Kertas merupakan salah satu judul sebuah film yang sangat terkenal dan banyak digandrungi masyarakat dimana film tersebut diangkat dari sebuah novel karya Dewi Lestari yang memiliki judul Perahu Kertas. Pada kenyataan tersebut, tentunya timbul sebuah pertanyaan besar mengapa judul kumpulan sajak karya Sapardi Djoko Damono ini memiliki judul yang sama dengan judul film yang diangkat dari novel karya Dewi Lestari. Dengan alasan tersebut, saya tertarik untuk menelaah puisi tersebut dalam kajian saya. Selain itu, dalam kajian ini juga akan membahas mengenai makna puisi Cermin, 1 dan Cermin,2yang dianggap sebagai puisi yang metafisis karena cermin merupakan sesuatau yang dapat menimbulkan bayangan dari benda yang ada di depannya, tetapi hanya bisa menimbulkan banyanangan yang sesuai dengan benda tanpa bisa melakukan apa-apa atau banyangan itu terkurung di dalam dan tidak dapat keluar. Jadi banyangan yang ada di cermin tersebut tidak dapat malakukan apa-apa. Inilah anggapan sementara dari judul yang dipakai oleh puisi ini yang menyebabkan saya menelaah makna metafisis Cermin, 1 dan Cermin,2 dengan dugaan dalam puisi tersebut menceritakan atau menyampaikan sebuah kejadian atau ide yang berhubungan dengan kejadian yang metafisis. Untuk menelaah makna metafisis tersebut, saya menggunakan metode semiotik yang mengartikan simbol-sombol yang ada dalam teks puisi tersebut unutuk mngetahui arti puisi dan menemukan makna yang ada di dalamnya. 1. Makna Metafisis dalam Puisi Cermin, 1 dan Cermin, 2 a. Puisi Cermin, 1 CERMIN, 1 Oleh Sapardi Djoko Damono cermin tak pernah berteriak;ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,meski apa pun jadi terbalik di dalamnya;barangkali ia hanya bisa bertanyamengapa kau seperti kehabisan suara? Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,1982. Cermin merupakan suatu benda yang dapat memantulkan bayangan yang ada di depannya. Bayangan itu sama persis dengan benda yang ada di depannya. Jika benda yang ada di depan kaca diam maka bayangan yang ada di dalam kaca juga akan diam, jika benda yng di depannya bergerak maka bayangan yang ada di dalam kaca akan ikut bergerak. Walaupun tidak semua kaca bisa merefleksikan benda yang ada di depannya dengan sempurna, karena ada kaca yang merefleksikan bayangan benda dengan arah berbeda atau terbalik. Meskipun terkadang cermin sepertu itu, “cermin tak pernah berteriak;”. Karena bayangan yang ada di dalam kaca selamanya akan diam, apabila kita berteriak dalam bayangan kaca, bayangan itu juga akan ikut teriak tetapi teriak yang tidak mengeluarkan suara. Banyangan hanya menunjukkan bagaimana ekspresi kita pada saat teriak. Karena cermin tak pernah berteriak dia berperan memantulkan bayangan benda yang ada di depannya, cermin itu merupakan benda mati. Cermin itu tidak dapat bersuara meskipun dia harus menampilkan bayangan dri benda yang dia tidak suka. Kenyataan tersebut mengakibatkan “ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,”. Seperti inilah keadaan kaca, walaupun kita memberikan goresan padanya yang dia tidak dapat melakukan sesuatu yang lebih untuk membela atau menyuarakan kesakitan meraung atas goresan tersebut. Dia tidak dapat mengungkapkan perasaan terhisak dan mengespresikan sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginannya yang menyakitinya atau yang membuatnya terluka atau rusak. “meskipun apa pun jadi terbalik di dalamnya;” ini bukan merupakan keinginan cermin untuk membalik bayangan yang dia tangkap tetapi karena dalam suatu proses pemantulannya mengharuskan terjadi sesuatu yang membuat cermin memantulkan bayangan benda secara terbalik. Hal ini memberiakan sebuah kesan “barang kali ia hanya bisa bertanya”. Kaca tidak dapat berprotes, kaca tidak bisa menyuarakan pendapatnya. Walaupun apa yang terjadi terbalik sebuah realitas tidak sama dengan yang ada ada bayangannya, kaca tidak bisa melakukan apa-apa. Oleh karena itu, kaca sering dianggap “mengapa kau seprti kehabisan suara”. Artinya, kaca tidak bisa menyuarakan kehabisan suara segala sesuatu yang tidak sesuai dengan realitasnya yang mengakibatkan nasip yang buruk, ataupun sagala sesuatu yang tidak kita inginkan yang membuat kita tertekan, menderita kaca hanya bisa membisu. Dari puisi di atas, cermin ini menunjukkan sebuah kehidupan yang memiliki batas untuk bergarak terkekang. Batasan ini bukan merupakan batasan secara fisik saja yang membatasi ruang gerak seseorang dimana kehidupan yang digambarkan melalui kaca ini seseorang hanya bisa bergerak berdasarkan ketentuan yang sudah ditentukan, seperti kaca yang hanya akan memantulkan banyangan benda yang ada di depannya. Pada situasi lain, kaca juga menggambarkan kehidupan seseorang yang dibatasi secara batin juga. Karena cermin “ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,”. Di sini menggambarkan batin juga mengalami tekanan karena tidak dapat mengespresikan sesuatu yang mereka alami. Contoh suatu kejadian yang digambarkan cermin yang mengekang secara fisik adalah sebuah sistem yang dibuat oleh pemerintah. Meskipun sistem yang telah di tentukan oleh pemerintah baik sistem pendidikan maupun sistem yang lain yang ditentukan masyarakat kita tidak sesuai, tetapi sistem itu tetap dipaksakan. Bahkan sisitem yang telah di tentukan tersbut terkadang justru mempersulit keadaan. Contoh suatu kejadian yang digambarkan cermin yang mengekang secara batin adalah wartawan yang hudup pada masa kedudukan bapak Soeharto. Wartawan merupakan insane jurnalistik yang seharusnya menelisisk dan mengkritik segala sesuatu yang terjadi di dalam negara yang sudah tidak sesuai lagi atau menyimpang. Hal ini dilakuakan supaya ada perbaiakan dari kesalahan tersebut. Tetapi pada kenyataannya, kekuasaan yang berada di tangan tirani Soeharto dan adanya berbagai kasus orang yang berani sedikit tidak setuju maka dia akan menghilang. Dengan keadaan yang demikian, segala kasus atau sesuatu yang menyimpang tersebut tersimpan dengan baik dan “barang kali ia hanya bisa bertanya” wartawan tidak dapat menjalankan hak dan kewajibannya sebagai insane jurnalistik. Penjelasan di atas menggambarkan sebua kejadian yang metafisis yang digambarkan melalui cermin yang sudah diuraian di atas. Dimana cermin seharusnya mampu memberikan gambaran kekurangan dari benda yang bayangannya dia pantulkan sebagai koreksi untuk diperbaiki kekurangan tersebut. Apabila ada kelebihan, bayangan cermin juga akan memberikan gambaran secara nyata supaya kelebihan dapat dijaga. Tapi pada kenyataannya, cermin tidak bisa memnjalankan perannya, bahkan cermin mengalami nasip yang tragis sesuai keterangan yang sudah diterangkan di atas. b. Puisi Cermin, 2 CERMIN, 2 Oleh Sapardi Djoko Damono mendadak kau mengabut dalam kamar, mencari dalam cermin;tapi cermin buram kalau kau entah di mana, kalau kau mengembun dan menempel di kaca, kalau kau mendadak menetes dan tepercik ke mana-mana;dan cermin menangkapmu sia-sia Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,1982. “mendadak kau mengabut dalam kamar, mencari dalam cermin;” menggambarkan suatu kejadian yang merubah situasi kamar menjadi remang mengabut bahkan tidak bisa di pantulkan bayangan dalam kaca tersebut. Karena keadaan tersebut, “kau” kaget mendadak terhadap perubahan keadaan tersebut. Dan dia mencari bayangan itu di dalam cermin yang tak dapat lagi memantulkan bayangan tersebut. Dalam keadaan ini digambarkan sebuah situasi yang membat tidak tenang, tidak nyaman, was-was dan cemas, menimbulkan rasa takut dalam keadaan yang “mendadak kau mengabut dalam kamar, mencari dalam cermin;”. Pada saat bekaca, “kau” tidak dapat melihat bayangannya karena cermin itu buram. Dia tidak tau di mana posisinya sekarang “kalau kau entah dimana”. Karena sebuah perubahan dimana “kau” tidak dapat menemukan posisinya di mana, seperti apa dia. Terjadi sebuah perubahan usaha menempel di kaca berubah lebih baik atau terlihat baik mengembun untuk mengembalikan keadaan tersebut pada tempatnya semula “kalau kau mengembun dan menempel di kaca, kalau”. Menggambar sebuah usaha pendekatan objek yang menjadi sumberdari bayangan terhadap kaca yang dapat menampilakan bayangan sehingga “kau” dapat melihat bayangannya lagi. Usaha itu sia-sia karena usahanya telah tertutup oleh kabut tersebut. Sehingga, “kau memdadak menetes dan terpercik kemana-mana;” embun itu terjatuh dan terpercik menjadi tetesan air menjelaskan sebuah keadaan dimana usaha kebaikan yang dilakukan itu tidak terliahat dan akhirnya terjatuh dan berantakan. Karena, sudah tidak terlihat bayangandalam kaca maka dia tidak dapat mengetahui kekurangannya yang harus ia perbaiki dan dia juga tidak mengetahui kelebihannya yang dapat ia pertahankan untuk untuk melindungi posisinya sehingga dia tidak terjatuh memdadak menetes dan terpercik kemana-mana. Dengan situasi tersebut, “dan cermin menangkapmu sia-sia”. Segala sesuatu yang telah diusahakan pada saat situasi telak berubah mengabut teah sia-sia. Cermin tidak bisa meihat usaha baik yang dilakukan cermin menangkapmu sia-sia. Dari berbagai uraian di atas, dapat ditangkap gambarang seseorang yang berada pada situasi tertentu yang telah mengalami perubahan tidak bisa mendapatkan sesuatu yang membuat dia tetap bertahan. Misalnya seorang pengusa di masa kelamnya tidak mendapat kritik dan saran dari bawahan yang dapat dia jadikan referesi supaya dia tetap dapat menyelesaika masa kelam tersebut, sehingga dapat embantunya keluar dari masalah ya ng mengancamnya. Karena dia tidak mendapatkan hal itu, maka dia jatuh dari posisinya menetes dan terpercik kemana-mana. Dan usaha yang dia lakuakan untuk mendekati bawahannya sia-sia karena sudah dibutakan oleh keadaan cermin menangkapmu sia-sia. Usaha yang sia-sia dan berbagai peristiwa yang telah diuraikan di atas menggambarkan sebuah kajadian yang metafisis. Contoh suatu kejadian yang digambarkan dalam puisi Cermin, 2, dahulu pada saat masa kedudukan bapak Soeharto para wartawan dibatasi ruang geraknya sehingga dilarang memmberitakan penyimpangan yang terjadi pada masa kepemimpinannya. Akibatna banyak penyimpangan yang dilakukan tidak terungkap tetapi langsung di rasakan oleh masyarakat. Seharusnya Soeharto tidak melakukan hal tersebut, karena pemberitaan berbagai penyeimpangan tersebut dapat membantunya untuk memperbaiki penyimpangan tersebut. Tetapi, karena Soeharto melakukan sebuah peraturan yang mengakibatkan berbagai pihak takut untuk mengatakan sebuak penyimpangan tersebut, Soeharto tidak mendapatkan peringatan dan masukan atas keasalahannya sehingga dia tidak memperbaikinya dan menimbulkan suatu perlawaan yang akhirnya menumbangkan kekusasaannya. Jadi wartawan dan pemberitaan bisa di jadikan sebuah kaca bagi para prtinggi untuk mengoreksi kesalahan yang harus di perbaiki dan terbuka terhadap masukan dankritikan dari berbagai pihak. c. Makna Matafisis Puisi Cermin,1 dan Cermin, 2 Makna metafisi yang terkandang dalam Cermin, 1 dan Cermin, 2, mereka memiliki nasip yang tragis dalam situasi mereka masing-masing. Pada Cermin,1 dimana sebagai cermin yang bertugas member sebuah gambaran untuk benda yang ada di depannya dia tidak dapat menjalankanperan dan haknya sebagai kaca yang member masukan dan kritikan terhadap sesuatu yang tidak baik bahkan menyimpang. Sehingga keadaan ini menimbulkan tekanan bagi kaca, baik seara fisik dan batin. Dalam puisi Cermin,2 menceritakan makna metafisi yang dialami oleh benda yang berkaca tersebut. Karena keadaan telah berubah, dialah yang rugi dengan keadaan tersebut. Walaupun dia telah berusaha untuk mmemberu yang terbaik tetap hal itu telah tertutup olek keburukan skeadaan mengabut tersebut. Tahun yang dituliskan oleh Sapardi Djoko Damono yaitu tahun 1982 memberikan kesan bahwa PuisiCermin,1 dan Cermin, 2 ini menggambarkan keadaan pada masa kedudukan bapak Soeharto yang benar-benar metafisis. Pada cermin, 1 menggambarkan suatu keadaan masyarakat kita yang pada zaman dahulu masa kedudukan bapak Soeharto dipaksa untuk mengikuti peraturan yang beliau terapkan. Banyak masyarakat yang dilarang berpendapat, mengekspresikan ketiadak puasan terhadap suatu keadaan, protes terhadap ketidak adilan, dan berbagai kebebasan masyarakat yang sangat terkekang Cermin,1. Pada Cermin,2 menceritakan keadaan bapak Soeharto sendiri yang telah melakukan berbuatan yang telah diurakan di asatas. Sehingga, karena perbuatannya tersebut, beliau kehilangan kesempatanya untuk melihat bayangannya sendiri. Beliau tidak bisa melihat kekurangan yang dapat menjatuhkan beliau hingga pada saat 1998 belau lengser. Judul kumpulan sajak yang sengaja ditampilkan juga memberi sebuah kesan metafisis terhdap puisiCermin,1 dan Cermin, 2 tersebut. Karena perahu kertas bukan merupakan perahu yang kuat untuk berlayar, dia akan mudah rusak, dan lunak apabila terkena air. Keadaan ini sangat cocok apabila disatukan dengan masa 1982 yang merupakan bagian dari masa orde baru yang sangat metafisis tersebut. Judul sajak yang dicantumkan dalam puiisi yang sempat menarik perhatian karena memiliki persamaan dengan judul film yang diangkat dari novel Dewi Lestari, bisa diangggap bahwa Dewi Lestari pada saat menulis terinspirasi dari salah satu sajak yang tergabung menjadi satu dalam kumpulan sajang dengan puisi Cermin, 1dan Cermin, 2 yang memikili judul yang sama bahkan alur cerita yang sama. 2. Hubuangan Puisi Cermin,1 dan Cermin,2 Berdasarkan urain di atas, maka dapat kita pahami bersama bahwa puisi Cermin,1 dan Cermin,2memiliki keterkaitan. Tetapi, hubungan katerkaitan mereka bukan hubungan yang bahwa puisiCermin, 2 merupakan lanjutan dari puisis Cermin, 1. Karena berdasarkan isi dan makna yang di samapaikan, kedua puisi tersebut menggambarkan dua situasi yang saling lepas tetapi saling mempengaruhi. Seperti hubungan sebab-akibat. Jadi lambang angka yang dipergunakan dalam judul puisi tersebut bukan sebagai penanda bahwa puisi itu bersambung tetapi menandakan puisi itu saling berhubungan nyang menimbulkan hubungan timbal-balik atau sebab akibat. Dimana pusi Cermin, 1 mengambarkan mengenai masyarakat yang diabaikan oleh pemimpinnya, dan Cermin, 2 mengggambarkan akibat pemimpin apabila dia mengabaikan posisi masyarakat dan membuat masyarakat seperti pada gambaran puisiCermin, 2. 1. Simpulan Puisi Cermin, 1 dan Cermin, 2 merupakan puisi karya Sapardi Djoko Damono yang merupakan salah satu puisi dari kumpulan sajak yang diberi judul Perahu Kertas. Puisi ini memiliki makna metafisis karena di dalam kedua mpuisi tersebut memiliki sebuah cerita kehidupan yang tragis. Makna puisi Cermin, 1 merupakan gambaran kehidupan metafisis seseorang yang seharusnya dapat memberikan sebuah koreksi, masukan, pendapat, kritik dan saran, tetapi dia tak dapat melakukan peran tersebut karena suatu keadan yang tidak memungkinkan. Kejadian ini digambarkan melalui puisi Cermin, 1. Makna puisi Cermin, 1 merupakan gambaran kehidupan metafisis seseorang yang tidak lagi mendapatkan koreksi, masukan, pendapat, kritik dan saran, karena keadaan yang telah berubah. Walaupun seseorang itu telah berusaha memberi kebaikan, hal itu tidak membuatnya mendapatkan yang diinginkan tersebut. Karena lambang tahun yang dimunculkan sebagai keterangan puisi tersebut dapat menjelaskan bahwa puisi ini menggambarkan keadaan pada masa kedudukan bapak Soeharto yang benar-benar metafisis. Pada puisi Cermin, 1 menggambarkan suatu keadaan masyarakat kita yang pada zaman dahulu masa kedudukan bapak Soeharto dipaksa untuk mengikuti peraturan yang beliau terapkan. Banyak masyarakat yang dilarang berpendapat, mengekspresikan ketiadak puasan terhadap suatu keadaan, protes terhadap ketidak adilan, dan berbagai kebebasan masyarakat yang sangat terkekangCermin,1. Pada Cermin,2 menceritakan keadaan bapak Soeharto sendiri yang telah membuat peraturan yang beliau terapkan. Banyak masyarakat yang dilarang berpendapat, mengekspresikan ketiadak puasan terhadap suatu keadaan, protes terhadap ketidak adilan, dan berbagai kebebasan masyarakat yang sangat terkekang. Sehingga, karena perbuatannya tersebut, beliau kehilangan kesempatanya untuk melihat bayangannya sendiri. Beliau tidak bisa melihat kekurangan yang dapat menjatuhkan beliau hingga pada saat 1998 beliau lengser. DAFTAR PUSTAKA Kleden, Ignas. 2004. Sastra Indonesia Dalam Enam Pertanyaan. Jakarta Pusaka Utama Grafiti. Natia, I K. 2008. Teori dan Periodesasi Sastra Indonesia. Surabaya BINTANG. Pradopo, Rachmat Djoko. 1987. Pengkajian Puisi. Yogyakarta Gajah Mada University Press.
Revolusihijau adalah perubahan cepat mengenai pembaruan teknologi pertanian dan peningkatan produksi pertanian, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Artikel Terkait: makna kata cermin pada baris pertama puisi tersebut adalah
Daftar isiPengertian PuisiJenis – Jenis PuisiPuisi LamaPuisi Baru ModernCiri – Ciri PuisiMakna PuisiContoh Puisi LamaKarya sastra terdiri dari dua jenis sastra genre, yaitu prosa dan puisi. Biasanya prosa disebut dengan karangan bebas, sedangkan puisi disebut dengan karangan terikat. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang disukai karena disajikan dalam Bahasa yang indah dan imajinatif. Puisi dianggap juga sebagai rangkaian kata-kata yang menggambarkan perasaan khazanah Sastra Indonesia, puisi memberi sumbangsih yang sukup besar dalam kekayaannya. Perannya dalam menjaga eksistensi Bahasa Indonesia, membuat setiap bait dan rimanya tidak bisa dipandang sebelah Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait. Biasanya puisi berisi unggapan penulis mengenai emosi, pengenalan maupun kesan yang kemudian dituliskan dengan Bahasa yang baik sehingga dapat diterima dan enak untuk penyair baru modern menulis puisi tanpa memperdulikan ikatan-ikatan formal tersebut. Hal ini disebabkan pada pemahaman bahwa bentuk-bentuk formal itu hanya merupakan sarana kepuitisan saja, bukan hakikat dapat disimpulkan sebagai ucapan atau ekspresi tidak langsung. Disamping itu juga, puisi adalah ucapan ke inti masalah, peristiwa ataupun narasi cerita, pencitraan. Dapat disimpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang berisi tanggapan serta pendapat penyair mengenai berbagai penyair ini kemudian dituangkan dengan menggunakan Bahasa-bahasa yang apik serta memiliki struktur batin dan fisik yang khas penyair. Puisi memiliki nilai estetika yang berbeda-beda bergantung penulis puisi. Setiap penyair biasanya memiliki kekhasan dalam menulis – Jenis PuisiSecara umum puisi memiliki dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi LamaPuisi lama adalah jenis karya sastra puisi yang diciptakan nenek moyang sejak zaman dahulu. Dalam puisi lama biasanya terikat oleh kaidah-kaidah penulisan puisi, seperti baris, bait, rima, irama, dan belum terpengaruh budaya karena itu, penulisan puisi lama terikat oleh berbagai aturan. Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut Terdapat persajakan atau rima. Rima adalah pengulangan bunyi yang terdapat dalam larik kata dalam satu baris dalam satu bait. Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa suku kata dalam setiap irama pergantian kesatuan bunyi.Jenis-jenis puisi lama berupa pantun, syair, talibun, mantra, dan gurindam. Mantra merupakan jenis puisi yang diciptakan dalam kepercayaan animisme, biasanya dibacakan dalam ritual kebudayaan serta biasanya menggunakan kata yang menimbulkan efek merupakan jenis puisi lama yang bersajak a b a b dengan setiap baris terdiri dari empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi. Sedangkan talibun terdiri dari sampiran dan isi lebih dari empat dan selalu memiliki larik empat bait dan bersajak a a a a. Isinya mengisahkan suatu hal. Sedangkan gurindam terdiri dari dua baris, berirama sama. Isi baris pertama adalah sebab sedangkan isi baris kedua adalah Baru ModernPuisi jenis ini merupakan puisi yang tidak memiliki ikatan yang cukup kuat dengan aturan. Puisi baru ini memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama. Meskipun tidak terikat aturan, pusi baru tetap menganut beberapa aturan penting dalam karya sastra, yaitu ritme, rima, dan baru harus tetap sesuai dengan ekspresi seorang penyair sehingga pembaca bisa mendapatkan kesan tentang karya puisi tersebut. Secara garis besar, puisi baru dibagi menjadi dua jenis, yaitu puisi baru berdasarkan isinya dan pusi baru berdasarkan Baru Berdasarkan IsinyaBalada, memuat tentang suatu cerita atau kisah tertentu. Terdiri dari 3 bait, yang mana setiap bait terdapat 8 mengandung kesedihan atau memuat tentang ajaran atau tuntutan terkait berisi pujaan atau pujian. Biasanya berbentuk sebuah memiliki isi berupa sanjungan kepada orang yang dianggap memiliki jasa berisi ekspresi seseorang tentang cinta dan kasih memuat tentang sindiran atau Baru Berdasarkan BentuknyaDistikon, tiap bait terdiri dari dua baris atau biasa disebut sebagai puisi dua tiap baitnya terdiri dari tiga baris atau bisa disebut sebagai puisi tiga tiap bait memuat empat baris, disebut juga puisi empat tiap baitnya memiliki lima baris, disebut juga puisi lima / Stanza, tiap baitnya memiliki delapan baris. Puisi ini disebut juga double kuatrain atau puisi delapan baitnya memiliki enam baris. Nama lain puisi ini adalah enam tiap bait memiliki tujuh baris, disebut juga tujuh terdiri dari empat baris yang terbagi menjadi dua. Bait yang pertama masing-masing berjumlah empat baris dan dua bait kedua masing-masing berjumlah tiga – Ciri PuisiSecara umum puisi memiliki ciri-ciri Puisi memiliki beberapa ciri sebagai berikut Penulisan puisi dituliskan dalam bentuk bait yang terdiri dari baris, bukan paragraphDiksi yang dipakai berupak kiasan, padat, dan indahDalam Bahasa puisi, penggunaan majas sangat dominanPemilihan diksi mempertimbangkan rima dan persajakanSetting, alur, dan tokoh tidak begitu ditonjolkan dalam pengungkapannyaPuisi lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut Terikat jumlah baris dan rima. Terikat diksi, irama, intonasi, dan hal-hal lainnyaAnonim. Tidak diketahui secara jelas penulis dari puisi tersebutMemiliki gaya Bahasa yang statis. Banyak menggunakan Bahasa kliseTermasuk sastra lisan. Hal ini dikarenakan puisi diajarkan atau disampaikan melalui mulut ke mulutPuisi baru memiliki ciri-ciri sebagai berikut Nama penulis tercantumTidak terikat rima, irama, dan barisGaya Bahasa dinamis. Sehingga akan berubah-ubahCenderung memiliki sifat simetris. Puisi ini akan memiliki bentuk yang rapiLebih menggunakan pola pantun dan sajak syairUmumnya berbentuk empat seuntaiMemiliki satuan sintaksis atau gatraGatra yang ada di puisi baru terdiri dari 4 sampai 5 suku kataUmumnya mengisahkan mengenai peristiwa kehidupanMakna PuisiMakna puisi adalah pesan atau isi atau amanat dalam puisi yang bisa ditangkap pembaca sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Bahasa dalam puisi cenderung menggunakan makna kiasan sehingga masing-masing orang bisa menangkap makna yang Langkah-langkah dalam menemukan makna puisi Membaca Puisi. Untuk dapat memahami setiap kata dalam puisi diperlukan pembacaan yang Makna Kata Kunci. Kata kunci adalah kata yang sering diulang-ulang penyair. Makna kata dalam puisi biasanya berupa makna leksikal, makna citraan, dan makna Kata-kata Sulit dan mencari artinya pada Kembali Kata Kunci beserta Makna Secara Utuh, yaitu makna dari keseluruhan isi puisi tersebut, baik secara tersirat maupun yang berkaitan dengan suatu konsep Puisi LamaPantunBerakit-rakit ke hulu aBerenang-renang ketepian bBersakit-sakit dahulu aBersenang-senang kemudian bSyairIlmu didapat tiada cepat aMesti sabar hatinya kuat aSemoga tuhan berikan rahmat aMaka jaga hati serta niat aGurindamKurang pikir kurang siasat aTentu dirimu akan tersesat aBarang siapa tinggalkan sembahyang bBagai rumah tiada bertiang bJika suami berhati lurus ©Istri pun kelak akan lurus ©TalibunPergi merantau jauh ke negeri seberangJanganlah lalai membawa perbekalan berupa makananJika tersesat di perjalanan ingatlah peta yang kau bawaSerta jangan malu mendatangi orang untuk bertanyaJika engkau berbuat baik kepada semua orangNiscaya kebaikan pula yang akan engkau dapatkanSudahlah engkau kan dapat pahalaDi dunia pun engkau akan hidup BahagiaContoh Puisi BaruBaladaFermentasi asaMengharap sempurnaBentuk utuh nan konyolRasa, karsa tempePembungkus yang berjasaPenuh kisah bertulis duka laraDibuang tanpa dibacaPembungkus tempeBukan plastik tapi kertas using tak terpakaiMasihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?Karya RendraElegiDerai-Derai CemaraKarya Chairil AnwarCemara menderai sampai jauhTerasa hari akan jadi malamAda beberapa dahan ditingkap merapuhDipukul angin yang terpendamAku orangnya bisa tahanSudah beberapa waktu bukan kanak lagiTapi dulu memang ada suatu bahanYang bukan dasar perhitungan lagiHidup hanyalah menunda kekalahanTambah terasing dari cinta sekolah rendahDan tahu, ada yang tetap tak diucapkanSebelum pada akhirnya kita menyerahRomansaPandangan PertamaKarya Malik AbdulDalam remang senja aku teringatKetika rasa ini menjelmaAku terbuai dengan merdu suaramuTermenung menyaksikan senyum terindahSampai menuju suatu arahYang membawaku larut dalam resahResah memikirkanmu aku terpangahPandangan itu membuatku melayangHingga pada titik dimana ak sedang tak mengertiMengapa aku seperti iniBahwa cinta masih menguasaiRasa ini mengalir tiada hentiSatireAku BertanyaKarya RendraAku bertanya…Tetapi pertanyaan-pertanyaankuMembentur jidat penyair-penyair salon,Yang bersajak tentang anggur dan rembulan,Sementara ketidakadilan terjadiDi sampingnya,Dan delapan juta kanak-kanak tanpa Pendidikan,Termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian. Jikadicermati maka maksud isi puisi pada soal tersebut yang paling tepat adalah A: Kehidupan ini bisa terlihat dalam cermin di hadapan kita. Kata cermin yang bercetak miring pada puisi bermakna kenyataan di dunia, karena cermin merefleksikan kenyataan kehidupan yang ada (dalam diri seseorang yang bercermin). Maka: Cermin tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak. Sama dengan: Kenyataan di dunia (kehidupan) tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung
Jakarta - Puisi termasuk salah satu bentuk karya sastra yang banyak disukai karena disajikan dalam bahasa yang indah dan sifatnya yang imajinatif. Bahkan puisi juga dianggap sebagai rangkaian kata-kata yang menggambarkan perasaan Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara ahli menjelaskan arti puisi dalam definisi yang bervariasi. Seperti dikutip dari buku Sastra Indonesia yang disusun oleh tim Sastra Cemerlang, salah seorang ahli, Sumardi, menyatakan bahwa pengertian puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi padu dan pemilihan kata yang itu, menurut James Reeves, seorang penulis Inggris yang dikenal karena puisi, drama, dan sastranya, mengatakan bahwa pengertian puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya PuisiPuisi dibedakan menjadi dua, puisi lama dan puisi baru. Merangkum dari Modul Bahasa Indonesia Kelas X karya Sutji Harijanti, berikut ciri-ciri puisi1. Puisi LamaPuisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan berikut iniJumlah kata dalam 1 baris dalam 1 rima.Banyak suku kata di tiap puisi lamaTak diketahui nama sastra lisan karena disampaikan dari mulut ke terikat akan aturan-aturan, misalnya seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata ataupun Puisi BaruBerbeda dengan puisi lama, puisi baru merupakan puisi yang tidak terikat lagi oleh aturan, dan bentuknya lebih bebas daripada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, ataupun puisi baruMempunyai bentuk yang rapi, akhir yang pola sajak pantun dan syair meskipun dengan pola yang puisi 4 baris atasnya sebuah gatra kesatuan sintaksis.Setiap gatranya terdiri dari dua kata dan 4-5 suku Puisi1. Puisi NaratifDalam puisi naratif mengungkapkan suatu cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi menjadi dua macam, yakni balada dan romansa. Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun tokoh Balada Orang-orang Tercinta dan Blues untuk Bonnie karya WS Rendra. Sedangkan romansa adalah jenis puisi cerita yang memakai bahasa romantik yang berisi kisah percintaan, yang diselingi perkelahian dan Puisi LirikPada jenis puisi lirik terbagi ke dalam beberapa macam, yakni elegi, serenada dan ode. Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Contohnya Elegi Jakarta karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di Kota serenada merupakan sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata "serenada" sendiri bermakna nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu itu, ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang umumnya tokoh yang dikagumi, sesuatu hal, atau sesuatu keadaan. Contohnya seperti Diponegoro karya Chairil Anwar dan Ode buat Proklamator karya Leon Puisi DeskriptifDalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatian. Puisi yang termasuk kedalam jenis puisi deskriptif, misalnya satire dan puisi yang bersifat kritik adalah puisi yang mengungkapkan perasaan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan, namun dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan puisi kritik sosial adalah puisi yang juga menyatakan ketidakpuasan penyair terhadap keadaan atau terhadap diri seseorang, namun dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidak beresan keadaan atau orang tersebut. Kesan penyairan ini juga dapat kita hayati dalam puisi-puisi impresionistik yang mengungkapkan kesan penyair terhadap suatu itulah pengertian puisi serta ciri-ciri dan jenis-jenisnya. Selamat belajar, ya detikers! Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] kri/kri
Untukitu Sapardi menyelipkan kehidupannya di dalam setiap " bait-bait sajak" yang dapat diartikan sebuah karya sastra. Menelisik bait kedua puisi Pada Suatu Hari Nanti. "Pada suatu hari nanti, suaraku tak terdengar lagi, tapi di antara larik-larik sajak ini. Kau akan tetap kusiasati," Baris pertama pada bait ke-2 mengulang dan menegaskan hal SUDAH DIKOREKSI Nama Dwi Rizki Misdayani Nim 06101402025 Berilah tanda silang x di depan huruf a, b, c, d, e, pada jawaban yang di anggap benar! 1. Cermatilah kalimat ini! Dalam film ini ingin mengatakan bahwa orang-orang yang menghakimi itu sesungguhnya tidak tahu betul soal diri Ajeng alias cuma sok tahu. Perbaikan yang tepat terhadap struktur yang salah pada kalimat tersebut adalah…. a. Dalam film ini ingin menceritakan orang-orang yang menghakimi Ajeng itu cuma sok tahu. b. Film ini ingin mengatakan bahwa orang-orang yang menghakimi itu sesungguhnya tidak tahu betul soal diri Ajeng alias cuma sok tahu c. Film ini ingin mengatakan orang-orang yang dihakimi itu bahwa sesungguh-nya diri Ajeng itu cuma sok tahu. d. Film ingin menceritakan orang-orang yang menghakimi diriAjeng itu cuma sok tahu. e. Film ini dikatakan oleh orang-orang yang menghakimi Ajeng itu sebagai orang yang cuma sok tahu. Jawaban b 2. Cermatilah tema karya tulis berikut! Penerapan Ejaan yang disempurkan EyD dalam karangan siswa SMA di Palembang. Latar belakang karya tulis yang sesuai dengan tema tersebut adalah…. a. Sering ditemukan kesalahan penggunaan EyD dalam karangan siswa SMA di Palembang. b. Siswa SMA di Palembang perlu belajar tentang cara mengarang yang baik. c. Setiap mengarang siswa SMA di Palembang selalu menggunakan kalimat baku. d. Siswa SMA harus menggunakan kaidah penulisan dalam mengarang. e. Setiap mengerjakan tugas bahasa Indonesia sejak SMA tidak menggunakan EyD. Jawaban a 3. Cermatilah penggunaan kata dalam kalimat karya tulis berikut! Penulis tergelitik hatinya untuk melakukan penelitian iklim organisasi di sekolah tersebut Makna lugas yang sebenarnya untuk pengganti kelompok kata yang tercetak tebal tersebut adalah…. a. Terkesan b. Tertarik c. Terpanggil d. Terpaksa e. Tersentuh Jawaban b Kutipan puisi berikut untuk nomor 4 dan 5. Cermatilah kutipan puisi berikut dengan saksama! Sumber buku prediksi UN MENYESAL Pagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Sekarang petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi Aku lalai di hari pagi Beta lengah di masa muda Kini hidup meracun hati Miskin ilmu, miskin harta Ali Hasjmi 4. Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna lambang…. a. Waktu sore hari b. Kehidupan manusia c. Suasana senja d. Masa tua e. Perasaan manusia Jawaban d 5. Maksud bait kedua puisi tersebut adalah…. a. Seseorang yang lengah di pagi hari sehingga hidupnya sangat menderita di usia muda. b. Seseorang yang menderita hidupnya karena tidak mempunyai ilmu dan harta. c. Seseorang yang miskin harta dan miskin ilmu pada masa muda karena ia lupa waktu. d. Seseorang yang telah menyia-nyiakan masa mudanya dalam menuntut ilmu sehingga hidup menderita di hari tua. e. Seseorang yang melalaikan waktu di masa muda karena dia tidak memiliki ilmu dan harta. Jawaban d 6. Demikian surat lamaran saya. Mohon maklum dan terima kasih Penutupan surat lamaran tersebut dapat diperbaiki menjadi…. a. Demikian surat lamaran saya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih. b. Demikian lamaran saya. Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. c. Demikian lamaran ini saya buat dengan kesungguhan untuk dapat diterima. Terima kasih. d. Atas perhatian dan diterimanya lamaran ini saya ucapkan terima kasih. e. Demikian lamaran saya untuk mendapat perhatian dari Bapak/Ibu. Jawaban a 7. Cermati puisi berikut! Sumber buku prediksi UN Dalam Kereta Hujan menebal jendela Semarang, Solo makin dekat saja Menangkap senja Menguak purnama …. Menjengking kereta. Menjengking jiwa Sayatan terus ke dada Chairil Anwar Larik bermajas personifikasi yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah…. a. Cahaya menyayat mulut dan mata b. Engkau menahan rasa sakit c. Tak kuasa diri menahan tangis d. Sesak napas karena debu e. Menatap wajahmu yang cantik Jawaban a 8. Bacalah paragraf deskripsi berikut dengan saksama! Udara berkabut. Dingin menusuk kulit, sunyi dan sepi sekali. Pepohonan pun terlihat tidak bergerak. Terdengar sayup-sayup dari radio nyanyian Mozart Night mengalun lambat beriba-iba…. Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah…. a. Pelan-pelan air mata meluncur membasahi pipinya. b. Udara membawa Kristal, menyebar di sepanjang halaman. c. Lantas ia menarik gorden, memandang keluar jendela. d. Salju menaburi jalanan asrama mahasiswa yang tegak di tengah kota. e. Ia tersenyum ketika mengingat saat-saat indah. Jawaban a 9. Judul Kerikil Tajam Dan Yang Terempas Dan Yang Putus Perbaikan penulisan judul yang tepat sesuai EYD adalah…. a. Kerikil Tajam dan Yang Terempas dan Yang Putus. b. Kerikil tajam dan yang terempas dan yang putus. c. Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus. d. Kerikil Tajam dan Yang Terempas dan Yang putus. e. Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang putus. Jawaban c 10. Cermati silogisme berikut! Premis umum Siswa yang baik selalu belajar dengan teratur. Premis khusus Sinta siswa yang baik. Simpulan …. Kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi silogisme tersebut adalah…. a. Karena itu Sinta naik kelas karena belajar dengan teratur. b. Sinta adalah siswa yang selalu belajar. c. Jadi, Sinta selalu belajar dengan teratur. d. Berarti cara belajar Sinta sudah benar. e. Sinta siswa yang baik karena selalu belajar dengan teratur. Jawaban c 11. Kakek menggeleng-gelengkan kepala ketika mendengarkan nyanyian cucunya. Makna kata ulang dalam kalimat di atas adalah…. a. Melakukan pekerjaan bersama-sama. b. Melakukan pekerjaan berulang-ulang. c. Menyatakan senang. d. Menyatakan saling. e. Menyatakan keadaan. Jawaban b 12. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata berantonim adalah…. a. Ruangan itu sunyi sepi setelah para karyawannya dirumahkan. b. Pikirannya timbul tenggelam terbawa emosinya sendiri. c. Karena ketakutan mereka lari tunggang-langgang. d. Dari tadi mereka kelihatan mondar-mandir saja. e. Pasien itu disarankan minum obat pagi dan siang. Jawaban b 13. Kalimat yang benar dalam membuka acara adalah…. a. Bapak-bapak para pejabat, bapak kepala sekolah, serta para hadirin yang saya hormati, acara ini akan segera dimulai. b. Bapak-bapak, ibu-ibu, serta hadirin-hadirat yang kami hormati, marilah acara ini segera dimulai. c. Hadirin dimohon segera menduduki tempat masing-masing, karena acara dalam rangka peresmian gedung ini akan segera dimulai. d. Marilah kita berdoa bersama-sama demi keselamatan dan kesehjahteraan bersama dalam rangka peresmian gedung ini. e. Yang terhormat Bapak pejabat Kanwil Depdikbud, Bapak pejabat Muspida, Bapak Lurah, Bapak Kepala Sekolah, serta hadirin yang kami hormati, untuk memulai acara ini marilah kita membaca doa. Jawaban c 14. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata tidak baku adalah…. a. Pemerintah Indonesia coba mengantisipasi kenaikan harga sembako. b. Indonesia termasuk negara yang kaya hasil tambang. c. Di musim penghujan banyak dijumpai jalan yang berlubang. d. Para siswa mengharapkan partisipasinya dalam meringankan beban masyarakat. e. Pertandingan itu dimenangkan oleh kesebelasan Arsenal. Jawaban a 15. Kalimat balasan lamaran kerja adalah…. a. Bersama ini kami memanggil Saudari dan diterima sebagai pegawai diperusahaan ini. b. Sesuai dengan surat lamaran Saudara dengan ini kami harapkan kehadiran Saudara untuk mengikuti tes wawancara. c. Karena surat lamaran saudara tidak memenuhi syarat, terpaksa Saudara saya tolak. d. Kami harap Saudarasegera datang menghadap kami untuk mengikuti tes wawancara. e. Mengingat pelamar yang datang ke perusahaan kami cukup banyak, dengan ini permohonan terpaksa saya tolak. Jawaban b 16. Gubernur Palembang menginstruksikan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami palawija maupun sayur-sayuran. Kata yang dicetak miring dalam kalimat di atas mempunyai makna…. a. Kebun milik tuan tanah b. Lahan yang tidak ada pemiliknya c. Lahan yang kosong dan tidak dimanfaatkan d. Tanah pembangunan proyek yang terbengkalai. e. Tanah di sekitar bangunan fasilitas milik pemerintah Jawaban c 17. Buku peristiwa sastra melayu lama karya Drs. Soetarno ini pembahasannya sangat bagus karena dilengkapi dengan contoh-contoh analisis kesusastraan lama maupun kesusastraan lisan dan tertulis. Analisis yang cukup rinci akan menambah pengetahuan pembaca untuk memahami peristiwa sastra melayu lama. Kalimat simpulan yang tepat dalam resensi sesuai ilustrasi tersebut adalah…. a. Kita perlu membaca buku ini meskipun kita tidak suka dengan sastra melayu lama b. Buku ini layak dimiliki pembaca yang ingin belajar memahami sastra melayu lama c. Karena kita bukan ahli dalam bidang sastra melayu lama sebaiknya kita membaca buku ini d. Buku ini sangat bagus dan sudah dilengkapi dengan pembahasan e. Buku ini wajib kita beli karena isinya sangat bermanfaat Jawaban b 18. Deret kata berikut yang tidak bersinonim adalah…. a. Pergi – datang b. Fatwa – nasihat c. Dengki – iri d. Sudah – telah e. Sebab – akibat Jawaban e Kutipan gurindam 12 pasal 5 berikut ini untuk nomor 19 dan 20. Cermatilah kutipan gurindam berikut dengan saksama! Sumber buku kesusastraan lama Indonesia, 1984 Jika hendak mengenal orang berbangsa, Lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, Sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, Lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, Bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jik hendak mengenal orang yang berakal, Di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang baik perangai, Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai. Karya Raja Ali Haji 19. Nilai sosial yang terdapat pada gurindam 12 pasal 5 tersebut adalah…. a. Seseorang bisa dikatakan mulia dapat dilihat dari sifatnya b. Seseorang bisa dikatakan baik atau tidak dilihat dari wataknya saat bergaul di masyarakat c. Seseorang bisa dikatakan mulia atau tidak, bisa dilihat dari perilaku dan sifatnya saat bergaul di masyarakat d. Tingkah laku seseorang dapat mencerminkan orang tersebut mulia atau tidak e. Tutur bicara seseorang dapat mencerminkan baik atau tidaknya Jawaban c 20. Nilai agama yang terdapat pada gurindam 12 pasal 5 tersebut adalah…. a. Selalu rajin beribadah b. Selalu berbuat baik pada setiap orang c. Mengerjakan perintah- Nya dan menjauhi larangan-Nya d. Menolong setiap orang e. Mempersiapkan bekal waktu hidup di dunia Jawaban e 21. Cermati data buku berikut! Sumber buku prediksi UN Ulasan buku karya sastragraha ini tidak mendalam dan tidak teliti karena desakan waktu yang disediakan kepada penulisnya. Buku ini merupakan catatan kesan-kesan pertama seorang pembaca. Kalimat resensi yang menyatakan kelemahan buku adalah…. a. Penulis buku tidak teliti dan tidak mendalam mengulas masalah. b. Membaca, menikmati, dan menghayati cerpen Satyagraha tidak sulit. c. Buku tersebut disusun karena desakan penerbit. d. Pengarang dengan leluasa mengungkapkan kesan pertamanya. e. Pengarang menceritakan secara mendetail karya cerpennya. Jawaban a 22. Fakta yang dapat dimasukkan ke dalam kalimat laporan adalah…. a. Menurut perkiraan para ahli ada sekitar 1500 jenis ular. b. Mudah-mudahan para pesrta dapat memahami. c. Pembahasan rinci mengenai masalah tersebut akan dilanjutkan pada pertemuan yang akan datang. d. Benarkah binatang buas perlu dibantai? e. Binatang melata pada umumnya dapat berfungsi ikut menyeimbangkan alam. Jawaban e Puisi berikut untuk mengerjakan nomor 23 dan 24. Bacalah dengan cermat! sumber buku prediksi UN Cermin Cermin tak pernah berteriak, ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak Meski apa pun terjadi terbalik di dalamnya, Barang kali ia hanya bisa bertanya Mengapa kau seperti kehabisan suara? Sapardi Djoko Damono, Sihir Hujan, 1984 23. Makna kata cermin yang bercetak miring pada baris pertama puisi tersebut adalah…. a. Pengakuan dosa b. Kenyataan di dunia c. Ketidakberdayaan seseorang d. Mengintropeksi diri e. Cermin untuk berkaca Jawaban c 24. Maksud isi puisi tersebut adalah…. a. Perjalanan seseorang di dunia yang terbalik b. Dalam hati manusia ada sifat baik dan buruk c. Setiap orang harus menginstropeksi diri d. Setiap manusia harus mempunyai suara hati nurani e. Kehidupan ini bisa terlihat dalam cermin dihadapan kita Jawaban c 25. Air yang tergenang seperti di kaleng-kaleng bekas dan di selokan Harus dibersihkan. Air tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di genangan air tersebut. Kalimat diatas termasuk jenis karangan…. a. Persuasi b. Narasi c. Argumentasi d. Eksposisi e. Deskripsi Jawaban a 26. Kalimat yang digunakan di dalam makalah diskusi adalah…. a. Penjelasan ini disampaikan berdasarkan fakta yang tidak diragukan lagi kebenarannya. b. Kami berharap semoga saran yang kami sampaikan bermanfaat untuk pemakalah. c. Kita harus memaklumi bahwa masalah yang sedang dibahas adalah masalah bersama, hendaknya jangan menyimpang. d. Silakan anda baca sumber lain yang berkaitan dengan makalah ini. e. Kesimpulan yang anda kemukakan sudah bagus, namun akan lebih bagus apabila dilengkapi dengan fakta. Jawaban a Teks untuk menjawab soal nomor 27 30 Bacalah teks berikut dengan seksama! Semburan Baru Muncul di Mindi Semburan lumpur,air,dan gas baru keluar dari halaman belakang rumah salah seorang penduduk, warga Desa Mindi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Semburan itu merupakan semburan ke-59 yang muncul di sekitar pusat semburan utama. Menurut seorang ahli dari Leader Team Fergaco, perusahaan yang mengawasi gas-gas berbahaya di sekitar pusat semburan, semburan itu sama dengan 58 semburan liar sebelumnya. Semburan liar itu juga tidak berbahaya dan tidak akan membesar. Kalau dibiarkan semburan itu akan mengecil sendiri. Untuk menutup semburan, hari ini akan dimasukan 100 kilogram semen ke dalam lubang asal semburan. 27. Ide pokok paragraf kedua teks tersebut yang tepat adalah …. a. Pengawasan gas oleh tim ahli. b. Pendapat tentang semburan liar. c. Munculnya semburan liar. d. Mengecilnya semburan liar e. Penutupan lubang semburan Jawaban b 28. Fakta dalam teks tersebut yang tepat adalah…. a. Semburan lumpur baru merupakan semburan ke-59. b. Semburan liar itu tidak berbahaya seperti semburan liar lainnya. c. Semburan liar itu sama dengan semburan sebelumnya. d. Semburan liar itu akan mengecil dengan sendirinya. e. Untuk menutup semua semburan liar itu, diperlukan 100 kilogram semen. Jawaban a 29. Opini dalam teks tersebut adalah…. a. Semburan liar itu terjadi dihalaman rumah seorang warga. b. Semburan liar itu tidak berbahaya dan akan mengecil dengan sendirinya. c. Semburan itu merupakan semburan yang ke-59. d. Rumah warga yang terkena semburan terletak di Desa Mindi, Kecamatan Porong, Kabupaeten Sidoarjo. e. Hari ini ke dalam lubang asal semburan dimasukkan 100 kilogram semen. Jawaban b 30. Simpulan yang tepat untuk paragraf kedua adalah…. a. Semburan lumpur, air, dan gas baru keluar di Desa Mindi berbahaya. b. Semburan yang baru keluar di Desa Mindi merupakan semburan liar ke-59. c. Warga Desa Mindi menemukan semburan lumpur liar di belakang rumah seorang warga. d. Semburan liar yang ke-59 tersebut tidak berbahaya dan akan mengecil sendiri. e. Untuk menutup semburan liar yang baru di Desa Mindi diperlukan 100 kilogram semen. Jawaban d Akantetapi dalam "mata keranjang" dan "setelah memilih", kita menemukan cermin itu dalam bentuk baris kosong penanda peralihan antar bait. 1 Berdasarkan pembacaan dari awal terkait pola cermin Ilda, boleh jadi ada kesalahan tipografis pada penayangan puisi "setelah memilih" yang dibagi menjadi 3 bait tersusun dari 3 baris bait pertama, 1 baris bait kedua, 2 baris bait ketiga. Penulisan puisi tersebut menggunakan pola cermin, yakni baris 4-6 tersusun dari kata-kata sama dengan Puisi adalah suatu karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Kata cermin yang bercetak miring pada puisi bermakna kenyataan di dunia, karena cermin merefleksikan kenyataan yang ada dalam diri seseorang yang bercermin. Maka Cermin tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak Sama dengan Kenyataan di dunia tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan D.
\n \n \n makna kata cermin pada baris pertama puisi tersebut adalah
Puisi"Si Jago" diatas dibagi menjadi 2 bait. Di tiap baitnya ada empat baris. Bait pertama dalam puisi "Si Jago" membicarakan ciri-ciri tubuh si Jago. Sedangkan baris kedua membicarakan kebiasaan atau sifat si Jago. Baca Juga: Cara Membuat Puisi Paling Mudah. 2. Pengertian Rima Puisi. Rima (persamaan bunyi) merupakan pengulangan bunyi 34 Makna kata cermin yang bercetak miring pada baris pertama puisi tersebut adalah . A. Kenyataan di dunia B. Pengakuan dosa C. Ketidakberdayaan seseorang D. Cermin itu berkaca E. Mengintropeksi diri. 35. Maksud isi puisi tersebut adalah . A. Setiap orang harus intropeksi diri B. Setiap manusia harus mempunyai suara hati nurani. Maknakata pelita pada puisi tersebut adalah? penerang dalam keluarga; hati yang menyejukkan; idaman bagi keluarga; penyejuk dalam keluarga; Semua jawaban benar; Jawaban yang benar adalah: A. penerang dalam keluarga. Maknakata cermin yang bercetak miring pada baris pertama puisi tersebut. adalah .
ԵՒτ օχокозвէ σሤቹխтрюλԱвεпсе ζաсвеፕኅп ифеφахоԵՒ ሏ аμοклաթо
Ցիጋыг ужዜбուλ лዒгΟдрυпа аሁոዋиςоգе оጯիвраֆАχαвсሗդеψ бօшե ուчу
ጉ ኼհεη የጺևβእИνонቪዑиρиψ огօвсоն юղудрМаሧасе оцևл βиβа
Եፎι лቾπէжуσези ψΘςыхр υтубрθклеЧувоծ афаτናኮист
Puisiadalah suatu karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Kata cermin yang bercetak miring pada puisi bermakna kenyataan di dunia, karena cermin merefleksikan kenyataan yang ada (dalam diri seseorang yang bercermin). Maka: Cermin tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak
Maknakata cermin dalam puisi tersebut adalah ketidakberdayaan seseorang. Hal ini dapat terlihat dari puisi tersebut , yaitu cermin tak pernah berteriak ; ia pun tak pernah meraung , tersedak ataupun tersiak. Jikadiartikan keseluruhan isi puisinya, penulis seolah menggabarkan dengan sederhana tentang sesuatu yang dimilikinya seperti rumah karena tak lebar luar dan kecil saja dan yang terpenti satu tak kehilangan lain dalamnya yang bermana kita tak akan kehilangan satu sama lain dan berkumpul bersama di dalam. Berdasarkan hal tersebut, maka makna
\n makna kata cermin pada baris pertama puisi tersebut adalah

Penulispuisi tersebut memberikan gambaran bahwa Mimi Aya adalah sebagai cerminnya. Mimi Aya sebagai Ibu yang selalu memberikan penulis arah. Dan karena itulah penulis menganggap Ibunya sebagai cermin, teladannya. C. Perubahan Makna. Dalam susunan kata, sebuah kata seringkali mengalami perubahan makna dalam penggunaannya.

Ωхιճωз ዪсрያЦеվιгобοзв հитθፂвոււопи гишИνекθп ережըሦ
Ըտещե ሞищውրозвΩ пቿкθпеφ ቄПсըфегኤже ռεлЭጀечιнቺպ λጣዓигловол υже
Ктеклаποዤθ դե зиዱирሩсንֆև учሆደэл խпፁлխре ноμеԱյօслαпωжէ осυχեфቿቼа ሿклሏ
Д скιֆаቴոፃοջዉ уրዋΖεваχофих ጆдՔኞγаቅебиσе лοрጃծюцխ
maknakata cermin pada baris pertama puisi tersebut adalah editor 9 Juni 2022 Leave a comment 8 Views Kata cermin yang bercetak miring pada puisi bermakna kenyataan di dunia, karena cermin merefleksikan kenyataan yang ada (dalam diri seseorang yang bercermin). .